Mengendarai motor menjadi hak setiap orang di jalanan umum, tidak terkecuali bagi ibu-ibu. Motor menjadi favorit sebagai alat transportasi karena efesien dan mudah digunakan. Untuk jalanan sempit, area parkir yang terbatas, motor menjadi pilihan berbelanja ke pasar, mengantarkan anak ke sekolah, beraktifitas kerja, ngabuburit menunggu beduk berbuka puasa, jalan-jalan, bahkan sering dipergunakan untuk mudik lebaran.

 

Hadirnya ibu-ibu di jalan raya menjadi pemandangan umum sejak motor matic hadir. Karena selain mudah digunakan, harganya cukup terjangkau. 

Namun beberapa keluhan yang di arahkan pada ibu-ibu mengendarai motor dari pengendara motor dan mobil ada beberapa hal. Berikut ini lima kesalahan wanita mengendarai motor: 

  1. Sen kanan belok kiri. Kejadian ini sangat sering terjadi dan mengganggu bagi pengendara yang di belakang, dan di depan. Kebiasaan mematikan sen sesudah selesai penggunaannya tidak disadari, ini yang menyebabkan lampu sen tetap nyala saat berbelok ke arah sebaliknya. Perihal lampu-sen-yang-nyala-kiri-tapi-beloknya-ke-kanan memang gak baru lagi. Malahan mungkin kamu pernah nabrak gara-gara motor di depanmu salah nyalain lampu sen. Parahnya lagi, sang pengendara di depanmu itu justru nggak mau disalahkan
  2. Memotong jalan tanpa lihat kiri dan kanan. Biasanya terjadi di persimpangan jalan, atau sebuah gang menuju jalan raya saat emak-emak pengendara motor muncul belok kiri atau kanan langsung tanpa menoleh arah lain. Kejadian ini sering menyebabkan dadakan, kaget bagi pengendara lain di jalur utama dan tindakan apapun yang dadakan, baik ngerem, ngeles, belok kanan-belok kiri dalam kecepatan yang tidak proporsional bisa menyebabkan kecelakaan.
  3. Berjalan lambat di tengah jalan, sehingga mengganggu pengendara yang di belakang untuk mendahului. Resiko yang sering terjadi adalah tabrakan dari arah belakang, baik oleh motor mapun mobil. Aturan lalul intas mengharuskan kenderaan lebih lambat berjalan di sebelah kiri agar pengguna jalan yang cepat bisa mendahului dari sebelah kanan.
  4. Mengenakan pakaian berlebihan sehingga menutup lampu sen dan lampu belakang. Menutup lampu belakang, sangat banyak peluang untuk terjadi kecelakaan. Misal tiba-tiba harus rem mendadak, pengendara yang dibelakang akan terkejut karena tidak terlihat tanda. Selain menutupi lampu, busana berlebihan beresiko digulung roda belakang yang fatal akibatnya. Termasuk dalam hal ini adalah jas hujan. Beberapa varian jas hujan sangat panjang sehingga tanpa sengaja tertiup angin atau hujan lalu jatuh ke bawah roda.
  5. Mengenakan helm tidak tepat, misalnya tidak mengkancing, asal nempel karena takut rambutnya/jilbab kusut. Seringkali dijumpai ibu-ibu mengenakan helm sekenanya saja untuk syarat agar tidak kena tilang polisi, sementara mengabaikan bahwa tujuan polisi mewajibkan menggunakan helm dengan baik adalah untuk keselamatan penumpangnya sendiri.



Itulah 5 kesalahan emak-emak yang mengendarai motor yang sering terjadi di jalan raya berdasarkan laporan pengguna jalan raya. Mungkin laporan ini tidak sepenuhnya akurat, dan terlihat diskriminatif secara gender. Namun daripada melihat sisi negatifnya, lebih baik diambil hikmahnya sebagai introspeksi untuk emak-emak kita agar terhindar dari kecelakaan berlalu lintas. Dengan memahami bahwa kesalahan prosedur berlalulintas dapat menyebabkan kejadian fatal, berharap perjalanan anda menyenangkan dan selamat samapi di tujuan.